Jelang Aksi Hari Perempuan Internasional di Jakarta, Aktivis Ingatkan Potensi Penyusupan Kelompok Anarko

0
IMG_20260307_102747

NUSSAFAKTA.COM, Menjelang aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional ke-70 yang akan digelar pada 8 Maret 2026, berbagai elemen masyarakat mulai mempersiapkan diri untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka.

Aksi tersebut rencananya akan melibatkan sejumlah kelompok masyarakat sipil, mahasiswa, serta buruh. Namun di tengah persiapan itu, muncul kekhawatiran bahwa demonstrasi berpotensi disusupi oleh kelompok anarko yang dikenal kerap memicu tindakan destruktif dan kericuhan dalam sejumlah aksi massa.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa dasar. Sebelumnya, pada 25 dan 28 Agustus 2025, aksi massa di depan Gedung DPR RI sempat berujung ricuh setelah diduga dimanfaatkan oleh kelompok anarko. Dalam peristiwa tersebut, sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan akibat tindakan anarkis yang terjadi di tengah demonstrasi.

Aktivis pemerhati pergerakan kelompok masyarakat sipil di Jakarta, B Ams, mengimbau seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban, keamanan, serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan momentum aksi untuk kepentingan tertentu.

Menurutnya, demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus dilakukan secara tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pemerintah memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun jangan sampai aksi damai berubah menjadi kerusuhan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Mahasiswa, buruh, dan masyarakat sipil harus waspada terhadap potensi penyusupan, terutama dari kelompok anarko,” ujar B Ams di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Ia juga mengingatkan agar seluruh elemen yang terlibat dalam aksi tetap mengedepankan prinsip damai serta menjaga fasilitas umum agar tidak terjadi kerusakan yang dapat merugikan masyarakat luas. Dengan demikian, pesan dan tuntutan yang disampaikan dalam peringatan Hari Perempuan Internasional dapat tersampaikan secara konstruktif dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *