KAI Bangun 8 Tower Rusunami Manggarai, Hunian MBR Dekat Transportasi Publik
NUSSAFAKTA.COM, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperkuat komitmennya dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui pembangunan rumah susun milik (rusunami) di kawasan Manggarai, Jakarta.
Proyek tersebut akan dimulai dengan prosesi groundbreaking pada Jumat, 21 Agustus 2026. KAI menyiapkan lahan sekitar 2,2 hektare yang akan dikembangkan menjadi delapan tower dan seluruhnya diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan persiapan pembangunan telah dilakukan, termasuk proses pematangan lahan. Persiapan Blok G telah diselesaikan, sedangkan pekerjaan pada Blok F ditargetkan rampung pada September 2026.
Menurut Bobby, pembangunan rusunami Manggarai akan langsung dilanjutkan setelah seremoni groundbreaking tanpa jeda. KAI memperkirakan keseluruhan pekerjaan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan.
“Besok itu groundbreaking-nya. Kita langsung kerjakan, jadi tidak ada jeda,” ujar Bobby saat mengecek persiapan pembangunan rusun di Manggarai, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Delapan tower tersebut nantinya menyediakan sejumlah pilihan tipe unit untuk menjawab kebutuhan penghuni. Luas unit yang disiapkan mulai dari 28 meter persegi, 36 meter persegi, 45 meter persegi hingga 52 meter persegi.
KAI juga akan membuka Nomor Urut Pemesanan (NUP) setelah groundbreaking. Antusiasme terhadap proyek tersebut disebut sudah terlihat dari banyaknya surat minat yang telah diterima perusahaan.
“Setelah groundbreaking kami akan buka yang namanya NUP. Kalau dari surat minat sudah banyak sebenarnya, tetapi nanti secara resmi kami akan meluncurkan NUP,” kata Bobby.
Pembangunan rusunami Manggarai menjadi bagian dari upaya menghadirkan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang memiliki akses terhadap transportasi publik. Konsep tersebut sejalan dengan pengembangan Transit Oriented Development (TOD), yang mengintegrasikan kawasan hunian dengan simpul transportasi.
Pemerintah sendiri tengah menyiapkan regulasi baru untuk mempercepat pembangunan rumah susun yang terjangkau dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan skema yang lebih adaptif terhadap karakteristik hunian vertikal, termasuk dari sisi pembangunan, harga jual dan pembiayaan.
Konsep TOD juga mendapat dukungan Komisi V DPR RI karena dinilai relevan dengan kebutuhan kawasan perkotaan seperti Jabodetabek. Hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik dinilai dapat membantu mengurangi persoalan kepadatan kawasan sekaligus menekan mobilitas kendaraan dan polusi.
Dengan pembangunan delapan tower rusunami di Manggarai, KAI berupaya memanfaatkan lahan strategis di sekitar jaringan transportasi untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kehadiran proyek ini diharapkan memberikan pilihan tempat tinggal yang lebih dekat dengan pusat aktivitas dan jaringan transportasi publik Jakarta.
